Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Kisah Nyesek Rinduku di Dunia Quantum

Mulanya Biasa Biasa Saja



Bukan karena jarak yang menghalangi untuk bertemu....

Bukan karena lisan tak mampu berucap....

Bukan karena waktu yang tidak berpihak....

Tapi kesadaran hati, bahwa semua harus mendapat Ridho dari Sang Maha Cinta....

***

Rasa buntu dalam masalah kerjaan, mendesakku menghubungi Pak Dodi. Atasanku yang baru, setelah kepergian Bu Risma. Pak Dodi tinggal di Jakarta.

Kami sama sekali belum pernah bertemu, karena aku baru bergabung di perusahaan ini. Mengisi lowongan manager area yang masih kosong kala itu. Alhamdulillah pengalaman yang dulu masih berguna. Saat aku menemukan kendala, segera menelpon Pak Dodi.

"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokaatuh. Selamat siang, Pak, saya Welly manager area dari cabang Pekanbaru," ucapku gugup.

Seketika terdengar suara berat namun berwibawa dari seberang sana.

"Waalaikum salam warahmatullah, iya Welly, ada yang bisa saya bantu?"

Hatiku berdebar mendengar suara Pak Dodi, ada rasa damai dan tenteram. Untung saja tidak ada orang di depanku, bisa saja mereka melihat pipiku yang mulai bersemu merah seperti kepiting rebus.

"Maaf, Pak, mengganggu waktu Bapak, saya ingin meminta laporan omset tahun lalu, dan file di sini hilang. Sepertinya komputer di sini terkena virus."

"Baik Welly, nanti saya kirimkan, ada yang bisa saya bantu lagi ?"

"Oh ... tidak Pak, itu saja, terima kasih sebelumnya Pak Dodi. Assalamu'alaikum."

"Waalaikum salam warahmatullah," balas Pak Dodi.

Menjadi seorang manajer area harus gesit dan memiliki banyak ide. Apalagi produk perusahaan tempatku kerja bergerak di bidang kosmetik. Banyak saingan peroduk luar yg belum jelas kehalalannya.

Beriringnya waktu aku dan Pak Dodi semakin dekat. Beliau sering membantuku, memberikan ide-ide cemerlang untuk menaikan omset penjualan timku dan mengajarkanku cara mengembangkan jaringan dan grup.

Kami sering mengadakan webbinar, bikin grup training untuk para reseller. Semua kami lakukan untuk kemajuan omset penjualan timku. Kami pun sering komunikasi menggunakan video call.

***

Sinar mentari pagi mulai menampak sedikit demi sedikit dibalik awan cerah. Semilir angin membelai wajahku ketika motor metikku membelah jalan raya yang masih terlihat sunyi.

Butuh waktu 15 menit untuk sampai di perusahaan. Mustika Ayu, sebuah brand kosmetik yang terkenal dan terbesar di daerahku. Aku bersyukur bisa menjadi karyawan dari perusahaan bonafit itu.

"Pagi! Bu Welly!"

"Pagi juga, Pak, Budi!"

Seorang penjaga keamanan yang sudah mengabdi lebih dulu dariku di perusahaan ini menyapaku dengan ramah.

Aku melangkah ke meja kerjaku yang terletak di sudut ruangan. Seperti biasanya begitu sampai aku langsung menyalakan alat berbentuk persegi empat itu, ya, itu laptop.

Lalu terdengar sebuah nada dering muncul dari dalam tasku. Kuraih benda pipih itu dan membukanya, ternyata ada panggilan video masuk. Tentu aku tahu siapa dibalik panggilan itu.

"Hai, assalamualaikum, Welly. Welly untuk seminar online hari ini untuk grup reseller yang baru gabung bulan Januari tolong kamu yang handel ya, kamu bisa kan?" tanya Pak Dodi.

"Waduh...saya belum bisa Pak," kilahku.

"Nanti saya ajarin caranya, gampang kok tinggal copy paste saja. Saya yakin kamu bisa Welly." Katanya sambil tersenyum, terlihat dari Vidio call. Ya, senyuman itu yang telah membuat hatiku berdebar.

"Baiklah Pak, saya coba dulu." Aku berusaha menyakinkan.

Semakin Aku Terlena Semakin Aku Tergoda


Grup seminar berjalan dengan lancar, Pak Dodi tetap memantauku saat seminar online berlangsung, sesekali dia japri mengingatkan jarak antara slide berikutnya jangan terlalu cepat. Namanya juga pertama kali pasti sangat grogi, karena tidak mau terlihat salah.

Beriringnya waktu kami semakin sering melakukan panggilan telpon, Vidio call, sering bercanda dan mulai terasa nyaman. Pernah suatu hari aku menggodanya ketika pesanku lama tidak dibalas dia.

"Assalamu'alaikum Pak Dodi, gimana kabarnya." 

Aku menyapanya begitu lihat dia online.

"Waalaikum salam, kabar baik," jawabannya dengan emoji senyum.

"Pak, aku kehilangan!" Aku pun balas chatnya dan kutambah gambar Emoji nangis.

Dia seperti kaget, walaupun hanya komunikasi lewat wa tapi aku bisa merasakan perhatiannya padaku.

"Apa yang hilang, Dimana?"

"Aku kehilangan dirimu, Pak."


Kenapa tiba-tiba hati ini kok berdebar kencang ya? Bukankah aku hanya bercanda? Aihhhh ... norak sekali kau ini, welly, batinku.

"Maaf hanya bercanda, Pak, tidak ada maksud."

Aku berusaha berkilah menutupi rasa gugup, hatiku ini seperti ingin loncat keluar.

"Ya ampun Welly, kamu bikin kaget saja, saya kirain beneran kamu kehilangan. Tumben kamu bercanda seperti itu, tapi saya suka."

Aku masih mengatur ritme jantungku, belum sempat balas komentarnya. Diapun mengetik lagi.

"Saya suka ngobrol sama kamu, berasa kamu dekat di sampingku. Mulai sekarang panggil aku Mas saja kalau kita lagi berduaan."

Aku kaget, apakah aku tidak salah dengar? Pak Dodi berkata seperti itu? Apakah dia ada Rasa padaku ? Seperti aku yang mulai ada rasa padanya. Entahlah ... Apa mungkin aku jatuh cinta padanya?.

"Iya Pak, ehhh ... Mas
."



***
Makin hari semakin tak karuan hati ini, ada rasa rindu yang sangat dalam. Ingin jumpa, ingin melihat dia dalam nyata tidak hanya di dunia maya. Tapi itu tidak mungkin Mas Dodi sudah punya istri dengan 2 orang anak yang lucu-lucu.

Mulanya hanya biasa saja, sering bercanda, semuanya biasa biasa saja ( seperti lagu Pance). Tetapi begitulah caranya kerja setan yg merupakan bala tentara jin, manusia pintar... jin, setan lebih pintar lagi.

Kesempatan bagi para makhluk terkutuk itu membuatku dan Dodi mabuk cinta, terlena, semakin tergodaterbuai dengan kata-kata manis nan indah bagaikan pelangi yg muncul setelah hujan.

Kata kata sayang, gambar bentuk hati, berterbangan melayang-layang masuk ke alat segi empat milikku.

Ijinkan Aku Menutup Lembaran
Ini


Suatu hari tanpa sengaja istri Dodi mengetahui hubungan kami, hubungan cinta dalam dunia maya. Dodi memberi tahuku kalau istrinya mendengar pembicaraan kami. Lalu istrinya histeris bahkan stress dengan hubungan kami, walaupun hanya dalam dunia maya. Hubungan yang tidak ada ujungnya.

Aku tersentak, aku baru sadar semua yang telah kulakukan itu dosa. Aku telah menoreh luka pada saudariku sendiri. Aku menangis, menyesali kejahatan yg telah aku lakukan.

Di satu sisi aku terlanjur mencintai Mas Dodi, di sisi lain aku takut dengan ancaman Allah. Aku sungguh bingung.

Aku ingin bertobat, menangis di sujudku yang panjang pada sepertiga malam. Aku sangat menyesal, memohon ampunan Allah, memohon petunjuk Allah. Pernah kubertanya pada Allah dalam sujudku, " Ya Allah ... kenapa aku di pertemuan sama Mas Dodi?

Setelah sholat tahajud aku pun mengaji, membersihkan hatiku dari godaan setan. Aku menemukan jawaban Allah di salah satu ayat dalam Al Qur'an yang berbunyi

"Allah maha tau segala sesuatu, sedangkan kamu tidak." Akupun menangis, menangis menyesali perbuatanku.

Aku sudah mengundurkan diri dari perusahaan, kuberanikan diri mengirim pesan terakhir pada Mas Dodi.


Assalamu'alaikum, Mas Dodi, apa kabarmu Mas? Semoga Mas senantiasa dalam lindungan Allah. Izinkan aku menutup lembaran ini. lembaran rasa yang pernah ada di antara kita. Cinta tidak harus memiliki.

Aku mencintaimu karena Allah, aku ingin mengajakmu ke surga ... bukan ke neraka.

Pertemuan kita ini atas izin Allah, jadikan pertemuan ini untuk mendekatkan diri kita kepada Allah.

Setiap aku teringat padamu aku akan mendoakanmu, agar Mas bahagia di sana.

aku juga akan bahagia karena kita satu sama terhubung di dunia quantum. Ubahlah rindu ini seperti rindu pada Adikmu, begitu pula dengan aku.

Bila rasa rindu itu datang bersemayam segera ambil Al-Qur'an dan bacalah. Sadari bahwa diri ini memang rapuh maka mohonlah pada Allah, untuk menjaga hati kita agar tak salah merealisasikan rindu.

Memohon pertolongan-NYA agar nama yang tertahta menjadi lantaran dekatnya diri kita pada Sang Maha Cinta.



------------------tamat----------------

Autor by: Cean

Riau, 28 juli 2021


Posting Komentar untuk "Kisah Nyesek Rinduku di Dunia Quantum"