Inilah 10 Keutamaan Berbakti Kepada Kedua Orang Tua kita
Keutamaan Berbakti Kepada Kedua Orang Tua Kita

Azab dari Allah sungguh pedih untuk anak-anak yang durhaka kepada kedua orang tua. Semoga kita semua bisa menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang tua, dan diridhoi Allah tentunya.
Wallohu a'lam.
10 poin tersebut diambil dari:
KITAB MATAN TANQIHUL QOUL ATAU LUBABUL HADITS KARYA IMAM SUYUTI
Riau, 14 juli 2021

Ibu dan Bapak adalah orang yang sangat berjasa dalam hidup kita. Tanpa mereka, tentu tidak akan ada yang namanya anak. Setiap orang tua berharap dan mendambakan memiliki anak-anak yang berbakti kepada mereka.
Berbakti kepada kedua orang tua kita tidak serta merta diukur dengan materi. Bukan merasa dengan memberikan sejumlah uang yang banyak, lantas kita disebut telah berbakti kepada mereka. Itu adalah satu pemikiran yang salah.
Untuk semua itu tentu ada adab dan ilmu yang berperan penting dalam membentuk kita menjadi seorang anak soleh, berahlak bahkan berbakti serta memberikan perhatian dan kasih sayang kepada kedua orang tua kita.
Kasih sayang Ibu kepada kita mulai dari kandungan hingga melahirkan semua itu dipertaruhkan dengan nyawa. Belum lagi saat merawat dan membesarkan kita. Ibu menyusui kita dari bayi hingga dua tahun lamanya, saat tengah malam ketika kita menangis karena lapar atau popok basah Ibu atau Bapak akan segera bangun untuk menenangkan kita. Dalam keadaan mata masih ngantuk karena kurang tidur mereka lakukan dengan penuh suka cita. Semua kasih sayang dan perhatian mereka itu tidak akan mampu bagi kita untuk membalasnya. Sementara Bapak, kepala rumah tangga yang waktunya lebih banyak dihabiskan di luar rumah. Dengan keringat serta lelahnya mencari nafkah untuk istri dan anak-anaknya, agar kita mendapatkan tempat tinggal yang layak tanpa kawatir kehujanan ataupun kepanasan. Bisa makan enak tanpa harus merasakan kelaparan, untuk semua itu kita juga tidak akan mampu untuk membalas jasa mereka.
Berbakti kepada kedua orang tua kita bisa dengan berbagai cara serta dan tindakan. Jangan pernah meninggikan suara kita kepada Ibu dan Bapak kita, jangan melukai mereka melalui lisan apa lagi fisik mereka, Nauzubillah.
Kedua orang tua kita hanya butuh perhatian dan kasih sayang dari anak-anaknya. Bagi yang merantau ke luar daerah hendaknya sering menelpon untuk tanyakan kabar mereka.
Berbakti kepada kedua orang tua kita tidak serta merta diukur dengan materi. Bukan merasa dengan memberikan sejumlah uang yang banyak, lantas kita disebut telah berbakti kepada mereka. Itu adalah satu pemikiran yang salah.
Untuk semua itu tentu ada adab dan ilmu yang berperan penting dalam membentuk kita menjadi seorang anak soleh, berahlak bahkan berbakti serta memberikan perhatian dan kasih sayang kepada kedua orang tua kita.
Kasih sayang Ibu kepada kita mulai dari kandungan hingga melahirkan semua itu dipertaruhkan dengan nyawa. Belum lagi saat merawat dan membesarkan kita. Ibu menyusui kita dari bayi hingga dua tahun lamanya, saat tengah malam ketika kita menangis karena lapar atau popok basah Ibu atau Bapak akan segera bangun untuk menenangkan kita. Dalam keadaan mata masih ngantuk karena kurang tidur mereka lakukan dengan penuh suka cita. Semua kasih sayang dan perhatian mereka itu tidak akan mampu bagi kita untuk membalasnya. Sementara Bapak, kepala rumah tangga yang waktunya lebih banyak dihabiskan di luar rumah. Dengan keringat serta lelahnya mencari nafkah untuk istri dan anak-anaknya, agar kita mendapatkan tempat tinggal yang layak tanpa kawatir kehujanan ataupun kepanasan. Bisa makan enak tanpa harus merasakan kelaparan, untuk semua itu kita juga tidak akan mampu untuk membalas jasa mereka.
Berbakti kepada kedua orang tua kita bisa dengan berbagai cara serta dan tindakan. Jangan pernah meninggikan suara kita kepada Ibu dan Bapak kita, jangan melukai mereka melalui lisan apa lagi fisik mereka, Nauzubillah.
Kedua orang tua kita hanya butuh perhatian dan kasih sayang dari anak-anaknya. Bagi yang merantau ke luar daerah hendaknya sering menelpon untuk tanyakan kabar mereka.
Untuk itu kita perlu pelajari cara-cara memuliakan mereka.
Ada 10 keutamaan berbakti kepada kedua orang tua, apa saja itu? Yuk kita simak.
الباب الثلاثون : في فضيلة بر الوالدين
(1). قال النبي صلى الله عليه وسلم : رِضَا الرَّبِّ في رِضَا الوالِدِ، وَسَخَطُ الله في سَخَطِ الوَالِدِ.
Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda : "Ridha Allah terletak dalam ridha orang tua dan murka Allah terletak pada murka orang tua".
(2). وقال عليه الصلاة والسلام : بُرُّوا آبَاءَكُمْ تَبُرَّكُمْ أَبْنَاؤُكُمْ وَعِفّوا تَعِفَّ نِسَاؤُكُمْ .
Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda : "Berbaktilah kepada bapak ibu kalian maka anak-anak kalian akan berbakti pada kalian. Jagalah diri kalian maka istri-istri kalian akan menjaga diri. "
(3). وقال عليه الصلاة والسلام : مَنْ أَصْبَحَ وَلَهُ أبَوَانِ رَاضِيانِ عَنْهُ أَوْ أَحَدُهُمَا فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الجَنَّةِ وَمَنْ أمْسَى وَلَهُ أَبَوَانِ سَاخِطَانِ عَلَيْهِ أَوْ أحَدُهُمَا فُتِحَتْ لَهُ أبْوَابُ جَهَنَّمَ .
Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda : "Barang siapa tiba di pagi hari dan kedua orang tuanya atau salah satunya ridha kepadanya maka dibukalah pintu-pintu surga untuknya. Barang siapa tiba di sore hari dan kedua orang tuanya atau salah satunya murka maka dibukalah pintu-pintu neraka untuknya."
(4). وقال عليه الصلاة والسلام : إذا كُنْتَ في الصَّلاة فَدَعَاكَ أبُوكَ فَأَجِبْهُ وَإن دَعَتْكَ أُمُّكَ فَأَجِبْهَا.
Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda : "Jika kamu sedang sholat (sunat) dan ayahmu memanggilmu maka jawablah, jika ibumu memanggilmu maka jawablah. "
(5). وقال عليه الصلاة والسلام : مَنْ آذى وَالِدَيْهِ أَوْ آذى أحَدَهُما يَدْخُل النَّارَ.
Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda : "Barang siapa meyakiti kedua orang tuanya atau salah satunya maka dia masuk neraka."
(6). وقال عليه الصلاة والسلام حِكَايَةٌ عَنِ الله تَعَالى : قُلْ للبَارِّ لِوَالِدَيْهِ اعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإنَّ الله يَغْفِرُ لَكَ.
Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda mengkisahkan dari Allah ta'ala (hadits qudsi) : "Katakanlah kepada orang yang berbakti kepada orang tunya, berbuatlah sesuka kalian karena sesungguhnya Allah telah memafkan kalian."
(7). وقال صلى الله عليه وسلم : بِرُّ الوَالِدَيْنِ كَفَّارَةٌ لِلْكَبَائِرِ
Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda : "Berbakti kepada kedua orang tua itu kifarat (menebus) dosa-dosa besar".
(8). وقال عليه الصلاة والسلام : مَنْ وَضَعَ طَعَاما طَيّبا في بَيْتِهِ وَأَكَلَهُ دُونَ وَالِدَيْهِ حِرمَهُ الله تَعَالى لَذِيذَ طَعامِ الجَنَّةِ .
Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda : "Barangsiapa memiliki makanan baik di rumahnya dan memakannya tanpa kedua orang tuanya maka Allah ta'ala mengharamkan enaknya makanan surga baginya."
(9). وقال عليه الصلاة والسلام : مَنْ بَاتَ شَبْعَانا رَيَّانا وَأحَدُ وَالِدَيْهِ جَوْعَانٌ أوْ عَطْشَانٌ حَشَرَهُ الله يَوْمَ ٱلقِيَامَةِ جِوْعَاناً وَعَطْشَانا وَلَمْ يَسْتَحِ الله تَعَالى مِنْ عَذَابِهِ يَوْمَ ٱلقِيَامَةِ.
Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda : "Barang siapa bermalam dalam keadaan kenyang dan segar sedangkan salah satu dari kedua orang tuanya kelaparan atau kehausan maka Allah ta'ala akan membangkitkannya pada hari kiamat dalam keadaan kehausan dan kelaparan dan Allah ta'ala tidak malu untuk mengazabnya."
(10). وقال عليه الصلاة والسلام : مَنْ رَفَع يَدَهُ لِيَضْرِبَ أَحَدَ وَالِدَيْهِ غُلَّتْ يَدُهُ يَوم القيامة إلى عُنُقِهِ مَشْلُولَةً قالوا يا رسول الله وإن ضربهما قال : تُقْطَعُ يَدُهُ قَبْلَ أنْ يَجُوزَ عَلَى الصِّراط وَتَضْرِبُهُ المَلائِكَةُ.
Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda : "Barang siapa mengangkat tangannya untuk memukul salah satu dari kedua orang tuanya maka tangannya akan dibelenggu pada hari kiamat sampai lehernya dalam keadaan lumpuh."
Para sahabat bertanya : "Bagaimana jika sampai memukul keduanya wahai Rasululloh?"
Rasululloh bersabda: "Jika sampai memukulnya maka tangannya di potong sebelum melewati jembatan dan dipukuli para malaikat.
Sayangilah kedua orang tua kita selagi mereka masih ada bersama kita.
الباب الثلاثون : في فضيلة بر الوالدين
(1). قال النبي صلى الله عليه وسلم : رِضَا الرَّبِّ في رِضَا الوالِدِ، وَسَخَطُ الله في سَخَطِ الوَالِدِ.
Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda : "Ridha Allah terletak dalam ridha orang tua dan murka Allah terletak pada murka orang tua".
(2). وقال عليه الصلاة والسلام : بُرُّوا آبَاءَكُمْ تَبُرَّكُمْ أَبْنَاؤُكُمْ وَعِفّوا تَعِفَّ نِسَاؤُكُمْ .
Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda : "Berbaktilah kepada bapak ibu kalian maka anak-anak kalian akan berbakti pada kalian. Jagalah diri kalian maka istri-istri kalian akan menjaga diri. "
(3). وقال عليه الصلاة والسلام : مَنْ أَصْبَحَ وَلَهُ أبَوَانِ رَاضِيانِ عَنْهُ أَوْ أَحَدُهُمَا فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الجَنَّةِ وَمَنْ أمْسَى وَلَهُ أَبَوَانِ سَاخِطَانِ عَلَيْهِ أَوْ أحَدُهُمَا فُتِحَتْ لَهُ أبْوَابُ جَهَنَّمَ .
Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda : "Barang siapa tiba di pagi hari dan kedua orang tuanya atau salah satunya ridha kepadanya maka dibukalah pintu-pintu surga untuknya. Barang siapa tiba di sore hari dan kedua orang tuanya atau salah satunya murka maka dibukalah pintu-pintu neraka untuknya."
(4). وقال عليه الصلاة والسلام : إذا كُنْتَ في الصَّلاة فَدَعَاكَ أبُوكَ فَأَجِبْهُ وَإن دَعَتْكَ أُمُّكَ فَأَجِبْهَا.
Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda : "Jika kamu sedang sholat (sunat) dan ayahmu memanggilmu maka jawablah, jika ibumu memanggilmu maka jawablah. "
(5). وقال عليه الصلاة والسلام : مَنْ آذى وَالِدَيْهِ أَوْ آذى أحَدَهُما يَدْخُل النَّارَ.
Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda : "Barang siapa meyakiti kedua orang tuanya atau salah satunya maka dia masuk neraka."
(6). وقال عليه الصلاة والسلام حِكَايَةٌ عَنِ الله تَعَالى : قُلْ للبَارِّ لِوَالِدَيْهِ اعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإنَّ الله يَغْفِرُ لَكَ.
Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda mengkisahkan dari Allah ta'ala (hadits qudsi) : "Katakanlah kepada orang yang berbakti kepada orang tunya, berbuatlah sesuka kalian karena sesungguhnya Allah telah memafkan kalian."
(7). وقال صلى الله عليه وسلم : بِرُّ الوَالِدَيْنِ كَفَّارَةٌ لِلْكَبَائِرِ
Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda : "Berbakti kepada kedua orang tua itu kifarat (menebus) dosa-dosa besar".
(8). وقال عليه الصلاة والسلام : مَنْ وَضَعَ طَعَاما طَيّبا في بَيْتِهِ وَأَكَلَهُ دُونَ وَالِدَيْهِ حِرمَهُ الله تَعَالى لَذِيذَ طَعامِ الجَنَّةِ .
Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda : "Barangsiapa memiliki makanan baik di rumahnya dan memakannya tanpa kedua orang tuanya maka Allah ta'ala mengharamkan enaknya makanan surga baginya."
(9). وقال عليه الصلاة والسلام : مَنْ بَاتَ شَبْعَانا رَيَّانا وَأحَدُ وَالِدَيْهِ جَوْعَانٌ أوْ عَطْشَانٌ حَشَرَهُ الله يَوْمَ ٱلقِيَامَةِ جِوْعَاناً وَعَطْشَانا وَلَمْ يَسْتَحِ الله تَعَالى مِنْ عَذَابِهِ يَوْمَ ٱلقِيَامَةِ.
Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda : "Barang siapa bermalam dalam keadaan kenyang dan segar sedangkan salah satu dari kedua orang tuanya kelaparan atau kehausan maka Allah ta'ala akan membangkitkannya pada hari kiamat dalam keadaan kehausan dan kelaparan dan Allah ta'ala tidak malu untuk mengazabnya."
(10). وقال عليه الصلاة والسلام : مَنْ رَفَع يَدَهُ لِيَضْرِبَ أَحَدَ وَالِدَيْهِ غُلَّتْ يَدُهُ يَوم القيامة إلى عُنُقِهِ مَشْلُولَةً قالوا يا رسول الله وإن ضربهما قال : تُقْطَعُ يَدُهُ قَبْلَ أنْ يَجُوزَ عَلَى الصِّراط وَتَضْرِبُهُ المَلائِكَةُ.
Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda : "Barang siapa mengangkat tangannya untuk memukul salah satu dari kedua orang tuanya maka tangannya akan dibelenggu pada hari kiamat sampai lehernya dalam keadaan lumpuh."
Para sahabat bertanya : "Bagaimana jika sampai memukul keduanya wahai Rasululloh?"
Rasululloh bersabda: "Jika sampai memukulnya maka tangannya di potong sebelum melewati jembatan dan dipukuli para malaikat.
Sayangilah kedua orang tua kita selagi mereka masih ada bersama kita.
Azab dari Allah sungguh pedih untuk anak-anak yang durhaka kepada kedua orang tua. Semoga kita semua bisa menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang tua, dan diridhoi Allah tentunya.
Wallohu a'lam.
10 poin tersebut diambil dari:
KITAB MATAN TANQIHUL QOUL ATAU LUBABUL HADITS KARYA IMAM SUYUTI
Riau, 14 juli 2021
Keren ❤
BalasHapuskeren mbak 😍😘
BalasHapus